Isu lintas sektor

AIPHSS Cross Cutting Issues[1]:


[1] AIPHSS Program Design Document, November 2011

Gender

Isu-isu signifikan yang berkenaan dengan gender mempengaruhi pencapaian hasil (outcome) program AIPHSS. Pertama, Data berdasarkan pemisahan jenis kelamin (sex-disaggregated) mengenai status kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan sangatlah penting untuk perencanaan program dan sistem kesehatan. Kedua, perempuan dan laki-laki menghadapi persoalan kesehatan yang sangat berbeda, sehingga memerlukan perencanaan yang berbeda di tingkat daerah dan pelayanan kesehatan dasar. Isu-isu tersebut menjelaskan fokus program sistem kesehatan pada dukungan terhadap peningkatan kesehatan ibu. Disamping itu, perempuan yang bekerja pada sistem kesehatan menghadapi hambatan yang berkenaan dengan gender untuk dapat menikmati tempat kerja yang aman terbebas dari ketakutan akan kekerasan, serta yang memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan promosi. Program akan mengembangkan rencana aksi gender pada enam bulan pertama untuk mengidentifikasi, memprioritaskan dan mengimplementasikan kegiatan guna menangani persoalan gender. Kementerian Kesehatan menunjuk seorang gender focal point, yang akan membantu dalam mengimplementasikan dan memonitor rencana aksi tersebut. Focal point tersebut akan dilibatkan dalam pengembangan strategi untuk meningkatkan kapasitas personel Kementerian Kesehatan, serta dalam pengintegrasian keadilan gender ke dalam kegiatan perancanaan

Anti korupsi

Pemerintah mengakui risiko yang ditimbulkan oleh korupsi. Tiga risiko korupsi utama di Indonesia adalah:

  • Kolusi dan suap dalam proses pengadaan
  • Kolusi dalam perekrutan staf
  • Penyalahgunaan dana untuk kegiatan yang tidak semestinya, kegiatan yang tidak dilakukan atau akuntansi palsu.

Modalitas program mencakup pengaturan yang jelas untuk mengelola risiko fidusia (fiduciary)dan menjami pengelolaan keuangan yang sehat. Modalitas program, dipilih dan dirancang khusus untuk mengelola risiko fidusia sekaligus memaksimalkan kepemimpinan dan kepemilikan nasional.

Lingkungan

Risiko lingkungan utama adalah pembuangan yang tidak aman limbah medis yang terkontaminasi di fasilitas-fasilitas kesehatan. Program ini akan memastikan bahwa standar Kementerian Kesehatan untuk pembuangan limbah medis yang aman ditaati di semua fasilitas yang didukung program. Program mematuhi Environment Protection and Biodiversity Conservation Act 1999, atau undang-undang mengenai perlindungan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.