Pengayaan Model Sistem Informasi SDM Kesehatan

Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan merupakan salah satu prioritas Kementerian Kesehatan RI yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui program Kemitraan Indonesia Australia untuk Penguatan Sistem Kesehatan (AIPHSS).

Pengayaan model Sistem Informasi SDM Kesehatan atas SI-SDMK yang ada, merupakan bagian dari intervensi terhadap persoalan utama di bidang SDM Kesehatan, yaitu :

  1. Belum adanya rencana induk mengenai jumlah, kompetensi, dan produksi SDM Kesehatan;
  2. Masih terjadinya maldistribusi tenaga kesehatan;
  3. Belum sesuainya mutu dan produktifitas tenaga kesehatan dengan tuntutan kebutuhan;
  4. Masih lemahnya kompetensi tenaga untuk kesehatan masyarakat.

Pengayaan model sistem informasi SDM Kesehatan menjadi sangat strategis terutama untuk kebutuhan jangka panjang karena akan mengatasi tiga dari empat temuan masalah penting di sub bidang pengelolaan SDM Kesehatan, yakni :

  1. Lemahnya sistem informasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan;
  2. Lemahnya perencanaan SDM kesehatan; baik perencanaan pada institusi maupun perencanaan kewilayahan;
  3. In-efisiensi dan ‘mis-match’ pengangkatan dan penempatan SDM Kesehatan.

PJJ6tenagamedis

CETAK BIRU (BLUE PRINT) PENGAYAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SI-SDMK)

Untuk memastikan intervensi melalui pengayaan model sistem informasi SDM Kesehatan dapat benar-benar efektif dan membantu dalam mengatasi kompleksitas persoalan SDM Kesehatan sebagaimana digambarkan diatas, maka program Kemitraan Indonesia Australia untuk Penguatan Sistem Kesehatan (AIPHSS) dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah meluncurkan Cetak Biru Pengayaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK) pada tahun 2014 lalu. Sistem Informasi SDMK ini merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS).

Dalam cetak biru tersebut, dijabarkan bahwa informasi minimal yang dibutuhkan dalam SI-SDMK terdiri dari dua bagian yaitu :

  1. Informasi SDMK, dalam hal ini meliputi : jenis, jumlah, kompetensi dan pemerataan SDM Kesehatan;
  2. Informasi upaya pengembangan dan pemberdayaan SDMK, dalam hal ini mencakup: perencanaan, pengembangan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu.

Prinsip Pengayaan Model Sistem Informasi SDM Kesehatan, dibanding SI-SDMK yang telah ada, adalah : menjadi lebih lengkap, akurat dan tepat waktu dalam rangka mendukung sistem informasi geospasial. Dalam penyelenggaraan Informasi geospasial dasar (Peta Dasar) seluruh sektor menggunakan satu peta dasar yang sama untuk Sistem Informasi Geografis yang dikembangkan agar dapat saling memanfaatkan atribut yang dihasilkan oleh masing-masing sektor sebagai bahan analisis. Sistem Informasi Geospasial ini dikelola langsung oleh Badan Informasi Geospasial, yang berkedudukan di bawah serta bertanggung jawab kepada Presiden.

Dalam kerangka Kemitraan Indonesia Australia untuk Penguatan Sistem Kesehatan (AIPHSS) beberapa pencapaian sepanjang tahun 2014 – Mei 2016, sbb:

  1. Meningkatnya kemampuan pengelola data dan informasi SDMK dalam hal Sistem Informasi Geografis. Melalui kerjasama dengan Diklat Geospasial, Badan Informasi Geospasial, Cibinong, Bogor. Sebanyak sepuluh (10) orang pengelola dan dan informasi telah dilatih di Diklat Geospasial.
  2. Tersusunnya Blueprint pengayaan model dan konten Sistem Informasi SDMK sebagaimana dijelaskan diatas. Proses ini melibatkan seluruh satuan kerja di lingkungan Badan PPSDMK dan juga satuan kerja lain di lingkungan Kementerian Kesehatan, termasuk juga melibatkan Kementerian dan Lembaga terkait antara lain: Ditjen Dikti, BKN, Kemendagri, Konsil Kedokteran Indonesia dan Komite Farmasi Nasional, serta Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia.
  3. Tersedianya Aplikasi SI-SDMK yang Diperkaya dan Manualnya, sesuai blueprint pengayaan model dan konten Sistem Informasi SDMK, dan Pengadaan alat bantu penentu titik koordinat fasilitas layanan kesehatan;
  4. Telah dilatihnya Petugas Pusat dan Daerah; dan Uji Coba pada 3 (tiga) Kabupaten dan dua Provinsi lokasi AIPHSS;
  5. Rekonsiliasi Data dan Informasi SDMK Nasional.

Dengan SI-SDMK yang telah Diperkaya ini maka Daerah dapat mempercepat perekaman data dan update data SDMK yang berada dan bekerja di wilayah kerjanya, juga Pusat : per-individu SDMK dengan menggabungkan data-data yang tersedia pada KKI, MTKI, dan KFN; secara lengkap dan mudah sehingga pengambilan keputusan terkait SDMK dapat dilakukan secara komprehensif, akurat, tepat, dan cepat.

 

KEBERLANJUTAN MERAWAT SISTEM INFORMASI SDM KESEHATAN YANG DIPERKAYA/ DISEMPURNAKAN

Strategi yang diterapkan guna merawat dan terus mengembangkan Sistem Informasi SDM Kesehatan yang telah Diperkaya ini, adalah dengan melaksanakan seluruh tahapan terkait dengan Implementasi Aplikasi, Monitoring dan Evaluasi Implementasi dan pemberlakuan secara nasional yang didanai melalui APBN, termasuk dana Dekonsentrasi untuk tingkat Propinsi.

***

Feature image: internet