Kami Memerlukan Sumber Daya Manusia Terampil Serta Infrastruktur Yang Baik

Tempo English Magazine, February 15-21, 2016
KORNELIUS KODI METE, KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

KAMI MEMERLUKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG TERAMPIL SERTA INFRASTRUKTUR YANG BAIK

KODIMETE3Kornelius Kodi Mete baru menjabat sebagai  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama empat bulan terakhir. Namun, seperi pendahulunya dia bertekad untuk terus meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di provinsi NTT melalui berbagai program. Dia yakin bahwa banyak orang di NTT saat ini semakin menyadari arti kesehatan bagi mereka, sehingga sekarang terserah kepada pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik yang mereka cari.

Akan tetapi, perbaikan sistem membutuhkan usaha yang tidak sedikit, tidak hanya dari lembaga-lembaga pemerintah, tetapi juga melalui kerja sama dengan organisasi-organisasi masyarakat madani. Oleh karena itu, Kornelius menyambut inisiatif dari program Kemitraan Australia Indonesia untuk Penguatan Sistem Kesehatan (AIPHSS) dan Kementerian Kesehatan yang menawarkan bantuan kepada pemerintah daerah. Hal ini termasuk upaya untuk menyempurnakan sistem rujukan, memfasilitasi akreditasi puskesmas dan pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk perawat dan bidan.

Kornelius juga mengatakan bahwa provinsi NTT saat ini tengah berupaya keras untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan mengingtat perkembangan terakhir dalam hal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan. “Saat ini kami benar-benar harus meningkatkan sistem kesehatan kami, “ ujarnya.  Kornelius berbicara kepada wartawan Tempo English, Amanda Sidharta mengenai upaya provinsi NTT dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kutipan wawancara:

Mengapa program-program kesehatan di NTT dapat berjalan dengan baik?

Saya kira itu karena tekad yang kuat dari para dokter, perawat dan staf kesehatan lainnya di tingkat dasar untuk memberikan pelayanan kesehatan. Mereka juga merasa terdorong dengan komitmen kami untuk meningkatkan sistem kesehatan setempat, sehingga hal itu menjadi satu sinergi yang bagus.

AIPHSS memberikan bantuan ke beberapa kabupaten, seperti Flores Timur dan Timor Tengah Utama. Apakah kabupaten-kabupaten ini lebih berhasil dibanding yang lainnya?

Semua kabupaten mempunyai semangat yang sama (untuk melakukan perbaikan). Sesuai dengan undang-undang mengenai otonori daerah, semua unit kesehatan di kabupaten bebas merancang programnya sendiri. Dari pihak pemerintah provinsi, kami memberikan ruang bagi semua dinas kesehatan kabupaten untuk melakukan advokasi dengan masing-masing bupatinya dalam menyusun program mereka sendiri.

Selain mendapatkan manfaat dari sistem BPJS, apakah ada insentif lain bagi Puskesmas untuk mendapatkan akreditasi?

Hal ini karena BPJS sehingga kita mulai mendorong puskesmas untuk mengintensifkan upaya-upaya mereka. Dinas kesehatan provinsi membantu puskesmas mempersiapkan akreditasi mereka dengan melakukan evaluasi staf medis dan fasilitas kesehatan.

Apa tantangan terbesar yang dihadapi: kurangnya tenaga kesehatan yang kompeten atau tidak memadainya fasiitas? 

Kedua-duanya.  Kami kekurangan tenaga kesehatan yang berkualifikasi dan kami membutuhkan orang-orang yang terampil dan memiliki semangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, kami terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana. Kami tidak akan dapat memiliki cukup tenaga kesehatan yang terampil tanpa didukung infrastruktur yang baik, dan sebaliknya.

Apakah Anda mempunyai target untuk menyelesaikan akreditasi semua puskesmas dan memastikan semua tenaga kesehatan memiliki kualifikasi minimal D3?

Saya berharap semua 345 puskesmas di NTT memperoleh akreditasi pada tahun ini. Walaupun menghadapi tantangan, kami akan berusaha mengatasinya dan menyelesaikan semuanya paling lambat 2017, sebelu peraturan tersebut diberlakukan. Kami juga akan membantu perawat dan bidan lulusan sekolah kejuruan (untuk mendapatkan ijazah mereka) agar mereka dapat terus bekerja.

Apakah pemerintah akan terus membantu program-program yang ada meskipun tidak ada lagi AIPHSS?

Tentu saja, kami memang memiliki keterbatasan, namun kami akan berusaha melaksanakannya sesuai dengan kemampuan kami.

Berapa yang telah dialokasikan pemerintah provinsi untuk upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan keberlanjutannya?

Kami memiliki lebih dari 12 persen dari total APBD untuk sektor kesehatan. Namun saat ini, lebih banyak kami anggarkan untuk pelayanan kesehatan kuratif. Kedepannya, kami akan mengupayakan lebih banyak untuk pelayanan preventif juga.

 

***

Photos by Amanda Siddharta (TEMPO)

Source: Tempo English Magazine